Data adalah Suatu catatan tentang karakteristik dari objek amatan atau peristiwa pada kurun waktu tertentu, baik secara kuantitatif atau kualitatif (Dr. Budi Suharjo)
Dr. Budi Suharjo
Statistician and Marketing Consultant
Perbandingan Metode Pendugaan Parameter dalam Pemodelan Persamaan Struktural
Penggunaan Pemodelan Persamaan Struktural (Structural Equation Modeling, SEM) semakin meluas diberbagai bidang. Metode ini memiliki banyak nama, diantaranya Covariance Structure Analysis, Linear Structural Relationship dan hybrid model, karena menggabungkan antara model pengukuran dan model struktural yang melibatkan peubah laten (Bollen,1989).
Dalam pemodelan kuantitatif, seperti halnya SEM, aktivitas yang sangat intensif adalah proses pendugaan parameter model. Aktivitas ini ditujukan untuk pengepasan matriks koragam model sebagai dugaan terhadap matriks koragam populasi yang direpresentasikan melalui contohnya. Saat ini terdapat sedikitnya 5 metode pendugaan parameter yang lazim digunakan dalam SEM, diantaranya adalah Maximum Likelihood (ML), Weighted Least Squares (WLS), Generalized Least Squares (GLS) dan Unweighted Least Squares (ULS). Masing-masing metode memiliki kekhususan dalam penggunaanya sesuai dengan sebaran, ukuran contoh dan skala data, serta asumsi yang mendasarinya.
Akuisisi atau Retensi?
Saat ini, perang tarif yang terjadi antaroperator telekomunikasi masih saja terjadi. Dan entah kapan akan berhenti. Padahal, perang tarif ini telah berlangsung cukup lama dan “keras”. Sederhananya, adanya perang tarif disebabkan karena dua hal. Yaitu, ingin menjaga konsumennya tetap menjadi pelanggannya dan mengakuisisi konsumen yang telah menjadi pelanggan pesaingnya. Dan kemudian, strategi yang dipilih untuk memenangkan kompetisi adalah sama-sama low-cost strategy.
Pemahaman Salah Loyalitas Pelanggan
Sampai saat ini, salah satu ukuran kesuksesan perusahaan adalah besarnya jumlah pelanggan yang loyal. Dengan meningkatnya pelanggan yang loyal, maka dalam jangka panjang perusahaan akan memiliki peningkatan dalam penguasaan pangsa pasar. Dan ketika ingin melakukan penetrasi ke pangsa pasar baru, perusahaan pun akan menjadi lebih percaya diri.
Misalnya seperti yang terjadi pada Coca-Cola. Setelah sukses mendapatkan loyalitas pelanggannya di Amerika, Coca-Cola menjadi lebih percaya diri melakukan penetrasi ke pasar luar negeri. Akibatnya, terjadi peningkatan pangsa pasar yang siginifikan secara keseluruhan di dunia. Tetapi, betulkah selalu demikian? Ternyata tidak selalu.
Memahami Konsumen Industri Telekomunikasi
Kebiasaan suka mengganti hand phone (HP) sudah dianggap hal biasa. Alasan pergantiannya bisa bermacam-macam. Karena hilang, rusak, atau sekadar ingin mengganti model baru agar bisa dikatakan canggih.
Bila diamati, alasan pergantian HP ini merupakan salah satu ciri dari perilaku konsumen di industri telekomunikasi. Ada banyak ciri lainnya, seperti berapa kali melakukan pergantian HP dalam satu tahun terakhir. Atau, fitur apa yang paling diminati konsumen sebelum membeli HP.
@2009 budisuharjo.com. All rights reserved. Powered by IntiBrand


